JAKARTA – Aksi mahasiswa memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026), berakhir dengan tertib. Massa dari aliansi Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) mulai membubarkan diri sekitar pukul 18.30–18.50 WIB dengan pengawalan aparat kepolisian.
Aksi berlangsung sejak sekitar pukul 15.00 WIB. Menjelang akhir aksi, sekitar pukul 18.08 WIB, massa memasang spanduk kain putih berukuran besar di Monumen Tugu Tani yang memuat lima tuntutan mereka kepada pemerintah.
Baca juga: Mahasiswa Mulai Padati Tugu Tani, Sebagian Jalan Menteng Raya Diblokade dan Lalu Lintas Macet
Setelah sebagian mobil komando meninggalkan lokasi, massa yang masih bertahan sempat menyalakan flare. Meski begitu, tidak ada laporan kericuhan. Mahasiswa bahkan berkeliling membawa kantong sampah dan meminta peserta aksi membersihkan lokasi sebelum pulang.
Seiring bubarnya massa, arus lalu lintas di sekitar Tugu Tani dan Jalan Menteng Raya, yang sebelumnya sempat tersendat akibat blokade sebagian lajur, berangsur kembali normal.
Lima tuntutan
Kelima tuntutan yang dibawa massa meliputi penetapan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional disertai pemulihan ekosistem, pembenahan tata kelola ekonomi, penghentian penyempitan ruang sipil, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta penurunan biaya pendidikan dan layanan publik.
Aksi lanjutan
Ketua BEM UI Yatalathof Imawan menyatakan mahasiswa akan kembali menggelar aksi dengan skala yang lebih besar pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).