Dua Tahun Prabowo-Gibran: Klaim Capaian Pemerintah, Catatan Kritis, dan Survei yang Terbelah

Ilustrasi prabowo gibran Ilustrasi prabowo gibran

JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia dua tahun pada Selasa (20/10/2026). Momen ini diwarnai paparan capaian dari pemerintah, catatan evaluasi dari partai pendukung, hingga hasil survei kepuasan publik yang berbeda-beda.

Klaim capaian versi pemerintah

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI memaparkan sejumlah capaian di berbagai bidang, antara lain:

Baca juga: Survei Poltracking: Gerindra Teratas 22,9 Persen, Kepuasan di Bidang Ekonomi Paling Rendah

  • Pangan: produksi beras 2025 sekitar 34,69 juta ton atau naik 13,29 persen dari 2024, tanpa impor beras umum untuk konsumsi sepanjang 2025. Cadangan beras Bulog akhir 2025 sekitar 3,25 juta ton.
  • Makan Bergizi Gratis (MBG): menjangkau 57 juta penerima melalui 27.486 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi per 30 September 2026, dengan realisasi anggaran Rp153,2 triliun.
  • Kesehatan: Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 106,3 juta orang per 13 Oktober 2026, atau sekitar 82 persen dari target 130 juta.
  • Pendidikan: revitalisasi 16.167 sekolah pada 2025, melampaui target 10.440 sekolah. Sekolah Rakyat beroperasi di 182 titik dengan lebih dari 44 ribu siswa.
  • Energi: program biodiesel B40 disebut menghemat devisa Rp130,21 triliun sepanjang 2025.
  • Kemiskinan: tingkat kemiskinan turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026.
  • Penertiban: Satgas Penertiban Kawasan Hutan disebut telah menguasai kembali 6,22 juta hektare kawasan hutan, sementara restrukturisasi BUMN diklaim menghemat biaya sekitar Rp50 triliun.

Angka-angka tersebut merupakan klaim pemerintah dan belum seluruhnya diverifikasi secara independen.

Catatan evaluasi

Partai Gerindra menilai pemerintahan ini telah memperkuat stabilitas ekonomi, ketahanan pangan, serta akses pendidikan dan kesehatan. Namun, Gerindra juga meminta evaluasi terhadap pemerataan manfaat, ketepatan sasaran, kualitas pelaksanaan program, dan efektivitas belanja negara.

Sejumlah ulasan media juga mengingatkan bahwa skala program prioritas seperti MBG dan Sekolah Rakyat tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas layanannya, sehingga pengawasan dan tindak lanjut atas masalah di lapangan dinilai penting.

Baca juga: Karhutla Kian Meluas, Prabowo Panggil Menko Polkam hingga Kepala Badan Gambut ke Istana

Survei kepuasan berbeda-beda

Menjelang dua tahun pemerintahan, survei kepuasan publik menunjukkan hasil yang beragam: SMRC mencatat 44,5 persen, Arawicaksa Institute 50,1 persen, dan Piramida Research 60,4 persen. Perbedaan metodologi dan waktu survei turut memengaruhi hasil tersebut.

Tantangan terkini

Peringatan dua tahun ini datang di tengah sejumlah tantangan berat, mulai dari kejatuhan IHSG di bawah level 5.000 akibat rencana MSCI menurunkan status pasar modal Indonesia, rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS, kebakaran hutan dan lahan yang meluas, hingga kasus korupsi dana bencana di BNPB.

Leave a Comment