TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim ranjau laut menghentikan tiga kapal tanker yang mencoba melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang tidak diizinkan Teheran. Dalam pernyataan yang dimuat situs Sepah News, Selasa (20/10/2026), IRGC menyebut dua di antaranya terbakar dan terhenti setelah terkena ledakan ranjau.
Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Iran selama ini mewajibkan kapal yang melintas di jalur tersebut untuk meminta izin terlebih dahulu.
Baca juga: Parlemen Iran Setujui Mehrdad Akhlaghi Jadi Menhan Baru, Ahli Rudal Balistik yang Kena Sanksi AS
Serangan Houthi ke fasilitas Aramco
Ketegangan di kawasan juga meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Senin (19/10) yang menyasar fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, serta bandara di Riyadh dan Abha.
Harga minyak
Pada perdagangan Rabu (21/10), harga minyak Brent naik tipis 3 sen menjadi 108,82 dolar AS per barel, sedangkan WTI turun 67 sen ke 97,15 dolar AS per barel.
Laporan Goldman Sachs menyebut rata-rata biaya angkut minyak mentah global kini di atas 20 dolar AS per barel, dibandingkan sekitar 3 dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Sekitar 7 dolar AS dari kenaikan itu berasal dari premi risiko perang bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Goldman memperingatkan tingginya biaya angkut dapat menekan margin kilang, terutama di Asia.