Jelang Dua Tahun Prabowo-Gibran, Hasil Survei Kepuasan Publik Berbeda Jauh: dari 44,5 hingga 60,4 Persen

Ilustrasi presiden prabowo dan wapres gibran Ilustrasi presiden prabowo dan wapres gibran

JAKARTA – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, sejumlah lembaga survei merilis hasil pengukuran kepuasan publik. Namun, angka yang dihasilkan berbeda cukup jauh antara satu lembaga dan lainnya.

Tiga survei, tiga hasil

  • SMRC (survei 1–10 Oktober 2026) mencatat tingkat kepuasan 44,5 persen, turun tajam dari 81,2 persen pada November 2025. SMRC mengaitkan penurunan ini dengan penilaian publik atas kondisi ekonomi, penegakan hukum, dan program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Arawicaksa Institute (survei 3–8 Oktober 2026) mencatat kepuasan 50,1 persen, dengan 3,3 persen di antaranya menyatakan sangat puas. Sebanyak 44,8 persen responden menyatakan tidak puas.
  • Piramida Research and Consulting (survei tatap muka 20 September–5 Oktober 2026 terhadap 1.200 responden di 34 provinsi, margin of error sekitar 2,8 persen) justru mencatat kepuasan naik ke 60,4 persen.

Harga pangan dan lapangan kerja jadi sorotan

Meski angkanya berbeda, sejumlah survei menyoroti persoalan serupa yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah, terutama harga bahan pokok dan ketersediaan lapangan kerja.

Baca juga: Prabowo Kumpulkan Kabinet di Istana Bogor Usai Reshuffle, Tekankan Kebersamaan Jelang Dua Tahun Pemerintahan

Perbedaan hasil survei dapat dipengaruhi oleh metodologi, waktu pengambilan data, jumlah dan sebaran responden, serta cara pertanyaan diajukan. Karena itu, hasil survei sebaiknya dibaca dengan memperhatikan metodologi masing-masing lembaga.

Presiden Prabowo sendiri telah mengumpulkan jajaran kabinetnya di Istana Bogor pada Jumat (16/10) malam untuk mengevaluasi program prioritas menjelang peringatan dua tahun pemerintahan.

Leave a Comment