BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam Kalimantan Selatan. Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan turun langsung memimpin pemadaman api di kawasan Jalan Gubernur Subarjo, Banjarbaru, Sabtu (17/10/2026). Ia bahkan ikut memegang selang untuk memadamkan api.
Pemadaman tersebut merupakan bagian dari Operasi Kepolisian Aman Nusa II Intan Penanganan Karhutla 2026 yang digelar Polda Kalsel sepanjang 1–31 Oktober 2026.
Baca juga: Pencarian KM Feronia Diperluas hingga 50 Mil Laut, Sonar Belum Temukan Bangkai Kapal
Surfaktan untuk lahan gambut
Dalam penanganannya, Polda Kalsel menerapkan sejumlah langkah terpadu. Salah satunya penyemprotan surfaktan, inovasi Bidang Laboratorium Forensik Polda Kalsel, untuk lahan gambut. Cairan ini ditujukan untuk memadamkan api di bawah permukaan tanah sekaligus menekan produksi asap.
Pemadaman manual di darat juga dibarengi pemanfaatan drone thermal untuk memetakan titik api secara real-time.
“Segala upaya yang dilakukan terpadu ini diharapkan mampu mengendalikan laju karhutla secara efektif dan berkelanjutan,” ujar Rosyanto.
Baca juga: Lima Hari Pencarian, 132 Personel SAR Belum Temukan Dive Master Korban KM Feronia
Status siaga darurat
Pemerintah daerah di Kalsel telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan sejak 6 Juli hingga 31 Oktober 2026, termasuk di Kabupaten Barito Kuala dan Banjar.
Kalimantan Selatan juga tercatat sebagai salah satu provinsi dengan kasus ISPA terbanyak akibat asap karhutla, dengan lebih dari 74 ribu kasus menurut data Kementerian Kesehatan. Asap karhutla dari Kalimantan dan Sumatra bahkan sempat terdeteksi BMKG masuk ke atmosfer Jakarta pada Jumat (16/10).