JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026), untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dampaknya terus meluas.
Pejabat yang dipanggil antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman dan Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) Satyawan Pudyatmoko, yang baru dilantik pekan lalu. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga tampak hadir dalam pertemuan tersebut.
Dudung datang membawa hasil rapat koordinasi yang digelar pagi harinya di kantor Kemenko Polkam bersama sejumlah menteri dan pejabat lintas lembaga.
Status bencana nasional belum dijawab
Saat ditanya awak media soal kemungkinan karhutla ditetapkan sebagai bencana nasional, Dudung belum memberikan jawaban tegas. Ia juga belum memaparkan data terbaru jumlah titik panas.
Pemanggilan ini berlangsung di tengah dampak karhutla yang semakin luas. Kabut asap telah memicu ratusan ribu kasus ISPA, mengganggu lebih dari 2.000 penerbangan, memaksa sekolah di Sumatera Utara menerapkan pembelajaran jarak jauh, hingga mendorong ASEAN mengeluarkan peringatan kabut tertinggi Level 3. Asap juga sempat terdeteksi masuk ke atmosfer Jakarta.
Di daerah, karhutla dilaporkan kembali terjadi di Barito Kuala, Kalimantan Selatan, sementara Polda Kalsel menggelar operasi khusus penanganan karhutla sepanjang Oktober.