JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meluas, tak hanya di Sumatera dan Kalimantan, tetapi juga di Jawa Timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat gunung di provinsi tersebut terbakar, yakni Arjuno-Welirang, Argopuro, Saeng, dan Bromo.
261 titik panas di Jatim
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut terdapat 261 titik panas di Jawa Timur per Jumat (23/10/2026). Luas lahan terdampak mencapai 482 hektare, dengan 223 hektare di antaranya belum padam.
Karhutla di Jatim tersebar di lima kabupaten, yaitu Malang, Magetan, Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi. BNPB juga melaporkan sebelumnya terdapat lima orang meninggal dunia di kawasan Gunung Bromo setelah terjebak saat berupaya memadamkan api.
Kalteng masih terluas
Secara nasional, Kalimantan Tengah masih menjadi wilayah dengan lahan terbakar terluas yang sedang ditangani, yakni sekitar 16.097 hektare. Angka itu disusul Kalimantan Selatan (1.506 hektare) dan Kalimantan Barat (1.370 hektare). Di Sumatera, Sumatera Selatan menjadi wilayah terluas dengan 2.050 hektare.
1.024 kejadian karhutla
Sepanjang 1 Januari hingga 23 Oktober 2026, BNPB mencatat 1.024 kejadian karhutla dari total 2.204 kejadian bencana di Indonesia. Bencana lain yang tercatat antara lain banjir (581 kejadian), cuaca ekstrem (337), kekeringan (122), dan tanah longsor (108).
Baca juga: Usai KMP Batumandi Terbakar, DPR Soroti Sertifikasi Kelaikan Kapal oleh BKI
Sementara itu, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat pada 23–25 Oktober untuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Utara. Namun, fenomena IOD positif masih cenderung mengurangi potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.