CILEGON – Kapal feri KMP Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry terbakar di alur masuk Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore. Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, itu terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Merak.
Seluruh penumpang dilaporkan selamat. Sebanyak 420 penumpang berhasil dievakuasi, sebagian besar dipindahkan ke KMP Royce 1. Beberapa laporan menyebut total orang di atas kapal mencapai sekitar 460 orang termasuk awak kapal.
Baca juga: Usai KMP Batumandi Terbakar, DPR Soroti Sertifikasi Kelaikan Kapal oleh BKI
Kronologi
KMP Batumandi berangkat dari Bakauheni sekitar pukul 14.32 WIB. Sekitar pukul 16.15 WIB, percikan api pertama kali terdeteksi di bagian buritan, tepatnya di dek atas yang digunakan untuk kendaraan kecil. VTS Merak kemudian menerima laporan kejadian tersebut.
Api dengan cepat membesar. Sejumlah penumpang dilaporkan sempat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Beberapa penumpang mengalami syok, sesak napas, hingga luka ringan dan mendapat perawatan medis. Jumlah penumpang yang dirawat masih berbeda di antara sejumlah laporan.
Proses pemadaman melibatkan banyak unsur, mulai dari sejumlah kapal tunda (tugboat), kapal patroli KNP 333, kapal feri KMP Royce 1, KMP Munic 3, dan KMP SMS Mulawarman, kapal Bea Cukai BC 9006, hingga personel Basarnas dan kepolisian. Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 21.02 WIB, lalu dilanjutkan dengan proses pendinginan.
Sebanyak 89 kendaraan berada di atas kapal saat kejadian, namun kondisinya belum diketahui secara pasti.
ASDP minta maaf
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa dan pihak yang terdampak. ASDP juga menyatakan akan memberikan santunan kepada para korban. Menurut Heru, penyebab kebakaran masih didalami oleh pihak berwenang.
Selama penanganan, layanan penyeberangan Merak–Bakauheni dilaporkan dialihkan sementara ke Dermaga Express 2.
Baca juga: Mahasiswa Mulai Padati Tugu Tani, Sebagian Jalan Menteng Raya Diblokade dan Lalu Lintas Macet
Menhub minta publik tak berspekulasi
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan keprihatinan dan memerintahkan koordinasi intensif agar penanganan berlangsung cepat dan aman. Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi soal penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab.
“Kita serahkan proses investigasi kepada pihak yang berwenang,” ujar Dudy.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan kepolisian kini tengah menyelidiki penyebab kebakaran.