DENPASAR – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali belum juga teratasi. Pada Kamis (15/10/2026), antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Karangasem dilaporkan mengular hingga 2 kilometer. Sebagian warga bahkan sudah mengantre sejak pukul 04.00 Wita, sebelum SPBU dibuka.
Antrean panjang juga terjadi di Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli. Sehari sebelumnya, pasokan Pertalite dan Pertamax di sejumlah SPBU, seperti di Darmasaba, Badung, dilaporkan habis sejak pagi. Ada pula laporan warga yang sampai pingsan setelah mengantre berjam-jam.
Baca juga: Hari Keempat, Tim SAR Temukan Jaket Pelampung KM Feronia, Korban Masih Dicari
Jangkar tanker bermasalah
Pertamina mengungkap gangguan distribusi dipicu masalah teknis pada jangkar kapal tanker pengangkut BBM saat hendak berlabuh di Depo Manggis, Karangasem. Kendala ini membuat jadwal pembongkaran muatan bergeser dari pagi ke malam hari. Pertamina telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali.
Untuk mengatasi kelangkaan, Pertamina sebelumnya menambah armada mobil tangki menjadi 105 unit, membuka SPBU selama 24 jam, dan memprioritaskan pasokan ke Denpasar dan Badung.
Polisi tindak penimbun
Polda Bali mengerahkan personel untuk mengamankan distribusi BBM di SPBU dan telah mengamankan lima orang yang diduga menimbun BBM untuk dijual kembali secara eceran dengan harga lebih mahal. Kapolda Bali juga menyebut opsi penerapan sistem ganjil-genap pengisian BBM, meski masih perlu dibahas lebih lanjut.
Baca juga: Pencarian Korban KM Feronia Diperluas hingga Perairan Pulau Padar
Dampak krisis ini sudah merembet ke berbagai sektor. Universitas Udayana memberlakukan kuliah daring hingga 16 Oktober, sejumlah sekolah di Denpasar beralih ke pembelajaran jarak jauh, dan pelaku pariwisata mengeluhkan terganggunya mobilitas wisatawan.