Krisis BBM di Bali: Unud Kuliah Daring Tiga Hari, Pertamina Klaim Stok Aman Dua Pekan

Ilustrasi antrean kendaraan di SPBU Ilustrasi antrean kendaraan di SPBU

DENPASAR – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Bali selama lebih dari sepekan mulai berdampak ke dunia pendidikan. Universitas Udayana (Unud) memberlakukan perkuliahan daring serta bekerja dari rumah (WFH) selama tiga hari, 14–16 Oktober 2026.

Kebijakan itu tertuang dalam surat rektor tertanggal 13 Oktober 2026 dan mencakup perkuliahan, bimbingan akademik, hingga ujian. Rektor membuka kemungkinan perpanjangan bila pasokan BBM belum pulih. Pemerintah Kota Denpasar juga mengalihkan pembelajaran sejumlah sekolah ke sistem daring.

Baca juga: Hari Keempat, Tim SAR Temukan Jaket Pelampung KM Feronia, Korban Masih Dicari

Antrean hingga dua jam

Antrean di SPBU memuncak pada 12–13 Oktober dengan waktu tunggu mencapai satu hingga dua jam. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyebut kelangkaan dipicu keterlambatan kapal tanker pengangkut BBM ke Pulau Dewata.

Gubernur Bali Wayan Koster memanggil jajaran Pertamina dan menggelar rapat bersama Direktur Utama Pertamina di Depot Pesanggaran, Selasa (13/10). Usai rapat, Koster memastikan stok Pertalite dan Pertamax aman untuk dua pekan ke depan serta membatalkan rencana penerapan WFH bagi aparatur di Bali.

Pertamina menambah armada mobil tangki dari 90 menjadi 105 unit, membuka SPBU selama 24 jam, dan memprioritaskan 92 SPBU di Denpasar dan Badung. Pasokan tambahan dijadwalkan masuk bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober.

Baca juga: Pencarian Korban KM Feronia Diperluas hingga Perairan Pulau Padar

Meski begitu, anggota DPR asal Bali, I Wayan Sudirta, masih menemukan SPBU yang kehabisan stok meski beroperasi penuh. Ia mendesak Pertamina segera menormalkan pasokan dan mengevaluasi sistem logistiknya.

Leave a Comment