JAKARTA – Aksi mahasiswa dalam rangka dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran mulai berlangsung di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026) sore. Sejak sekitar pukul 16.00 WIB, massa dari aliansi Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) mulai memadati lokasi.
Massa aksi memblokade separuh ruas Jalan Menteng Raya yang mengarah ke Stasiun Gambir. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar Tugu Tani tersendat hingga macet. Hanya dua lajur yang dapat dilalui kendaraan roda empat, sementara dua lajur lainnya ditutup oleh massa aksi.
Puluhan personel kepolisian terlihat mengamankan jalannya aksi sekaligus mengatur arus lalu lintas agar tidak terhenti total. Hingga sore hari, belum ada laporan insiden kekerasan.
Fokus isu akar rumput
Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra mengatakan pihaknya memilih Tugu Tani, bukan Bundaran HI, karena tuntutan yang dibawa berfokus pada isu-isu akar rumput, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut dia, aksi-aksi sebelumnya di Bundaran HI lebih banyak menyoroti isu makro.
Peserta aksi juga diminta datang secara mandiri ke lokasi, setelah rencana penggunaan bus untuk mengangkut massa batal.
Baca juga: Mahasiswa Gelar Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Ini 5 Tuntutannya
Sebelumnya, pada pagi hari, aliansi mahasiswa menggelar aksi simbolik di Tugu Proklamasi. Mereka membawa lima tuntutan, mulai dari penetapan karhutla dan banjir sebagai bencana nasional, pembenahan kebijakan ekonomi, penghentian pembatasan kebebasan berpendapat, pemberantasan KKN, hingga penurunan biaya pendidikan, kesehatan, dan layanan publik.
Warga yang hendak melintas di kawasan Menteng, Gambir, dan sekitar Istana disarankan mencari rute alternatif.