Mengenal Jessica, Dive Master Korban KM Feronia yang Berencana Pulang saat Natal

Ilustrasi penyelam di perairan Komodo Ilustrasi penyelam di perairan Komodo

LABUAN BAJO – Sudah lebih dari sepekan Veronica Beatrix Jessica (23) belum ditemukan. Dive master asal Jakarta itu menjadi satu-satunya korban yang masih hilang setelah kapal wisata KM Feronia tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (13/10/2026).

Operasi SAR yang semula berlangsung tujuh hari kini diperpanjang tiga hari sejak Selasa (20/10), atas permintaan keluarga. Perairan di sekitar lokasi kejadian juga ditutup untuk aktivitas wisata hingga Kamis (22/10).

Baca juga: Perairan Lokasi Tenggelamnya KM Feronia Ditutup hingga 22 Oktober Selama Perpanjangan Pencarian

Suka tantangan

Jessica merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Di sela pekerjaannya sebagai pemandu selam, ia juga kuliah secara daring di London School of Public Relations Bali. Saat kecelakaan terjadi, ia baru sekitar satu bulan bekerja di perusahaannya.

Sang ibu, Anastasia Daisy, menggambarkan putrinya sebagai sosok yang mandiri dan pemberani. Menurut dia, Jessica punya kemauan keras dan senang mencoba hal-hal baru.

Keputusan Jessica untuk menetap dan bekerja di Labuan Bajo sempat dipertanyakan keluarga. Namun, keluarga akhirnya menghormati pilihan tersebut.

Baca juga: Atas Permintaan Keluarga, Pencarian Korban KM Feronia Diperpanjang Tiga Hari

Rencana pulang Natal

Sebelum musibah terjadi, Jessica berencana pulang ke Jakarta untuk merayakan Natal. Perusahaan tempatnya bekerja bahkan telah menawarkan jadwal libur pada Desember 2026. Adik bungsunya, Joshua, yang kini duduk di kelas satu SMP, disebut sudah menantikan kepulangan sang kakak.

Anastasia turut memantau langsung proses pencarian dari pelabuhan di kawasan Taman Nasional Komodo. Ia mengatakan keluarga masih berharap mendapat kabar baik.

Diduga terjebak di dalam kapal

Jessica diduga terjebak di bagian toilet kapal saat pinisi tersebut terbalik dan tenggelam. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran permukaan laut, penyelaman, serta pemindaian dasar laut menggunakan sonar. Dari 30 orang di atas kapal, 29 di antaranya berhasil diselamatkan.

Leave a Comment