TEHERAN – Parlemen Iran menyetujui Mehrdad Akhlaghi sebagai Menteri Pertahanan yang baru pada Minggu (18/10/2026). Ia mengantongi 237 suara dukungan dari 277 suara yang masuk.
Akhlaghi menggantikan Aziz Nasirzadeh, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel ke sebuah kompleks pimpinan Iran pada 28 Februari lalu. Sejak saat itu, kursi menteri pertahanan dijabat sementara oleh Majid Ebn-e-Reza, yang kini akan menjadi wakil Akhlaghi.
Baca juga: Serangan Houthi Meluas, AS Batasi Pegawai Gunakan Bandara Saudi dan KTT Uni Eropa-Teluk Ditunda
Spesialis rudal balistik
Menurut media pemerintah Iran, keahlian utama Akhlaghi adalah di bidang rudal balistik, propulsi bahan bakar padat, teknologi kedirgantaraan, dan produksi industri militer. Ia disebut berperan dalam pengembangan keluarga rudal Sejjil dan Zolfaghar, serta senjata berpemandu presisi.
Atas perannya di sektor pertahanan Iran, Akhlaghi telah dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Ancam AS
Usai disetujui, Akhlaghi berjanji membangun kembali infrastruktur industri militer Iran, mempercepat pengembangan teknologi pertahanan, dan memperluas kerja sama dengan sektor swasta.
Baca juga: Houthi Ancam Terus Serang Fasilitas Aramco, Bos Aramco: Sistem Kami Utuh
Kepada wartawan, ia juga memperingatkan bahwa Iran akan menimbulkan “kerusakan sangat besar” terhadap Amerika Serikat dan kawasan apabila negaranya diserang.
Penunjukan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman yang dituding Riyadh mendapat dukungan Iran.