Penembakan Saat Pemakaman di Gereja Ortodoks Karak Yordania, Korban Tewas Jadi Sembilan Orang

Penembakan Saat Pemakaman di Gereja Ortodoks Karak Yordania, Korban Tewas Jadi Sembilan Orang Penembakan Saat Pemakaman di Gereja Ortodoks Karak Yordania, Korban Tewas Jadi Sembilan Orang

AMMAN – Jumlah korban jiwa akibat penembakan di Gereja Ortodoks Yunani di Desa Hammoud, Kegubernuran Karak, Yordania selatan, terus bertambah. Menurut laporan terbaru, sembilan orang tewas setelah dua korban luka meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit.

Serangan terjadi pada Jumat (23/10/2026) ketika jemaat tengah mengikuti upacara pemakaman. Sejumlah pria bersenjata tiba dengan kendaraan, lalu melepaskan tembakan ke arah pelayat. Seorang saksi mata, Khaled Burqan, menyebut rentetan tembakan berlangsung sekitar lima menit. Saat kejadian, diperkirakan ada 150 hingga 200 orang di dalam dan sekitar gereja. Sebagian besar korban berusia 50 hingga 70 tahun.

Baca juga: Harga Minyak Brent Tembus 116 Dolar AS, Tertinggi dalam Enam Bulan Akibat Memanasnya Timur Tengah

Angka korban sempat berubah

Otoritas Yordania awalnya melaporkan enam korban tewas, lalu memperbaruinya menjadi tujuh, sebelum bertambah lagi menjadi sembilan. Menteri Kesehatan Yordania menyebut sekitar 40 orang terluka. Sebanyak 25 korban dilaporkan masih menjalani perawatan.

Raja Abdullah janji balasan keras

Beberapa jam setelah serangan, Raja Abdullah II mengunjungi Karak dan berjanji para pelaku akan dihukum seberat-beratnya.

“Serangan teroris terhadap Karak akan dibalas dengan tindakan yang paling keras,” tegas Raja Abdullah. Ia menambahkan bahwa para pelaku “tidak akan memiliki peluang di hadapan persatuan kita.”

Baca juga: IRGC Klaim Dua Tanker Terbakar Kena Ranjau di Selat Hormuz, Harga Minyak Brent Bertahan di Atas 108 Dolar

Pelaku masih diburu

Menteri Dalam Negeri Mazin Al Farrayeh menyatakan serangan dilakukan oleh kelompok ekstremis. Namun, menurutnya terlalu dini untuk memastikan apakah mereka terhubung dengan jaringan di dalam maupun luar negeri. Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, dan aparat keamanan masih memburu para pelaku.

Warga Karak berkumpul di rumah sakit pemerintah untuk memberi dukungan kepada para korban. “Peristiwa hari ini membuat kami terdiam, tak mampu berkata-kata,” ujar warga setempat, Hani Al-Mbaydeen.

Kecaman internasional

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan tersebut dan menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil dan rumah ibadah tidak dapat diterima. Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Mike Waltz juga mengecam aksi itu sebagai serangan keji dan brutal terhadap rumah ibadah.

Leave a Comment