Proyeksi IHSG Pekan Depan: Analis Prediksi Bertahan di Atas 5.400, MSCI dan The Fed Jadi Sorotan

ilustrasi ihsg bertahan ilustrasi ihsg bertahan

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan lalu dengan penguatan 4,90 persen, dari 5.185,11 menjadi 5.439,26 pada penutupan Jumat (23/10/2026). Kenaikan ini terjadi setelah IHSG sempat anjlok tajam pada pertengahan Oktober. Saat itu, indeks dibuka turun 8,01 persen pada 16 Oktober hingga perdagangan dihentikan sementara (trading halt).

Support 5.366, resistance 5.540

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memperkirakan IHSG masih mampu bertahan di atas level psikologis 5.400 pada pekan depan. Namun, indikator MACD masih berada di area negatif meski tekanan pada histogram mulai mereda. Artinya, tren pemulihan belum terkonfirmasi.

Baca juga: Respons Pernyataan Prabowo soal MSCI, Ketua Komisi XI: Ekonomi RI Dibangun dari Kekuatan Rakyat

“Support terdekat berada di 5.400–5.366, sedangkan resistance di 5.500–5.540,” ujar Reza, Minggu (25/10/2026).

Sentimen yang membayangi

Menurut Reza, pasar masih dibayangi isu MSCI dan faktor global. Sejumlah sentimen yang akan memengaruhi pergerakan IHSG pekan depan antara lain:

  • MSCI: MSCI tengah menggelar konsultasi terkait kemungkinan reklasifikasi pasar saham Indonesia menjadi Standalone Market. Belum ada keputusan final.
  • Saham HSC keluar dari IHSG: BEI dan OJK berencana mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.
  • Keputusan The Fed: Bank sentral AS akan mengumumkan suku bunga pada 29 Oktober 2026. Konsensus memperkirakan suku bunga ditahan di 4,00 persen.
  • Harga minyak: Brent ditutup di 116,72 dolar AS per barel, naik 3,14 persen dan menjadi level tertinggi sejak akhir April. WTI naik 3,8 persen ke 103,27 dolar AS per barel. Lonjakan ini dipicu kekhawatiran pasokan setelah serangan Houthi di Arab Saudi.
  • Laporan keuangan: Investor juga mencermati rilis kinerja emiten kuartal III-2026.

Pada pekan lalu, investor asing tercatat masih membukukan aksi jual bersih sekitar Rp1,28 triliun meski IHSG menguat.

Leave a Comment