JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (21/10/2026), seusai Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp18.000 per dolar AS atau melemah sekitar 0,11 persen. Sumber lain mencatat rupiah ditutup di kisaran Rp18.005–Rp18.022 per dolar AS, melemah sekitar 30 poin dibanding penutupan sebelumnya.
Baca juga: BI Pangkas Giro Wajib Minimum Bank Jadi 7 Persen Secara Bertahap Mulai November
Respons pasar
Sebagian besar ekonom sebelumnya memperkirakan BI akan menaikkan BI-Rate 25 basis poin untuk menopang rupiah. Namun, BI memilih menahan suku bunga acuan dan menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 5 persen, disertai perluasan insentif lindung nilai melalui instrumen DNDF untuk menarik aliran modal asing.
BI juga menegaskan akan terus melakukan intervensi di pasar valas, baik di dalam maupun luar negeri, melalui transaksi spot, DNDF, dan NDF.
Proyeksi berikutnya
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah pada perdagangan berikutnya bergerak di rentang Rp17.900–Rp18.000 per dolar AS.