RIYADH – Eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman mulai berdampak pada aktivitas diplomatik dan perjalanan internasional. Sebuah pertemuan puncak antara Uni Eropa dan negara-negara Teluk yang dijadwalkan berlangsung di Riyadh resmi ditunda di tengah gelombang serangan Houthi.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga memperketat aturan bagi pegawainya. Pegawai pemerintah AS kini wajib mengantongi izin khusus dari kepala perwakilan diplomatik sebelum menggunakan bandara mana pun di Arab Saudi.
Baca juga: Houthi Ancam Terus Serang Fasilitas Aramco, Bos Aramco: Sistem Kami Utuh
Serangan paling mematikan
Langkah itu diambil setelah serangkaian serangan Houthi ke wilayah Saudi. Serangan ke Bandara Internasional Riyadh pada 10 Oktober lalu menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya, menjadikannya salah satu insiden paling mematikan di tanah Saudi dalam beberapa tahun terakhir.
Awal pekan ini, rudal Houthi juga menghantam gedung administrasi Saudi Aramco di Dhahran dan memicu kebakaran terbatas. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan berhasil mencegat rudal yang mengarah ke Riyadh dan Dhahran, serta menghancurkan tiga rudal jelajah di lokasi lain.
Saudi tuding Iran
Koalisi pimpinan Saudi membalas dengan serangan udara baru ke fasilitas minyak di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, termasuk di sebelah barat Sanaa. Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Saudi menuding Iran mendorong Houthi untuk terus menyerang kerajaan tersebut.
Baca juga: Rudal Houthi Hantam Kantor Pusat Aramco di Dhahran, Kebakaran Berhasil Dipadamkan
Eskalasi ini turut menjaga harga minyak dunia di level tinggi, dengan minyak Brent bertahan di atas 100 dolar AS per barel, dan ikut menekan mata uang negara importir minyak seperti rupiah.