NEW YORK – Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (19/10/2026) waktu setempat. Saham-saham teknologi memimpin penguatan setelah tertekan sepanjang pekan sebelumnya.
- Nasdaq Composite naik 1,11 persen ke 26.430,89
- S&P 500 menguat 0,41 persen ke 7.690,73
- Dow Jones melemah tipis 0,07 persen ke 51.966,03
Saham-saham chip dan perusahaan teknologi raksasa menjadi motor penguatan. Indeks Semikonduktor Philadelphia naik 1,61 persen, mengakhiri tren penurunan delapan sesi beruntun yang menjadi terpanjang sejak 2008.
Baca juga: IHSG Ditutup Anjlok 3,64 Persen ke 4.996, Jebol di Bawah Level 5.000
Meski demikian, penguatan terbilang sempit. Di Bursa New York, jumlah saham yang melemah lebih banyak dibanding yang menguat. Sektor utilitas dan properti menjadi yang paling tertekan. Pada pekan sebelumnya, S&P 500 mencatat penurunan mingguan terbesar sejak akhir Juni.
Minyak naik, emas turun
Harga minyak mentah WTI naik lebih dari 2 persen seiring serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur Arab Saudi. Sebaliknya, harga emas di pasar spot turun sekitar 0,5 persen ke kisaran 4.144 dolar AS per ons, karena investor mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed.
Pergerakan Wall Street ini menjadi salah satu acuan bagi bursa Asia, termasuk IHSG yang ditutup anjlok 3,64 persen ke 4.996 pada Senin kemarin. Analis memperkirakan IHSG masih bergerak volatil hari ini, dengan area support di kisaran 4.800–4.900.