SINGAPURA – Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kini berdampak serius ke negara tetangga. ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) yang berbasis di Singapura mengeluarkan peringatan kabut tertinggi, Level 3, untuk kawasan ASEAN bagian selatan.
ASMC menggunakan skala peringatan empat tingkat. Menurut situs resminya, ini bukan kali pertama Level 3 dikeluarkan tahun ini, meski media berbeda soal jumlah pastinya.
Baca juga: Kebakaran Resort Pantai di Cox's Bazar Bangladesh Tewaskan 10 Orang, Termasuk Anak 5 Tahun
Singapura dan Kuala Lumpur masuk daftar kota terpolusi
Pada Sabtu (17/10/2026), Singapura menempati posisi kedua dalam peringkat kota besar paling berpolusi di dunia versi IQAir, di belakang Baghdad. Kuala Lumpur berada di urutan ketiga.
Di Malaysia, sebanyak 24 wilayah mencatat kualitas udara tidak sehat. Indeks Pencemar Udara tertinggi terpantau di Pasir Gudang, Johor, dengan angka 196.
Polusi berkepanjangan ini telah memaksa penutupan sekolah, memicu lonjakan gangguan pernapasan, dan membatasi aktivitas luar ruang di Indonesia, Malaysia, Singapura, hingga Timor Leste.
Baca juga: Atap Sekolah di Peshawar Pakistan Ambruk, Lebih dari 30 Anak Tewas
Singapura bidik perusahaan Indonesia
Pemerintah Singapura menyatakan akan mengirim peringatan kepada tujuh perusahaan di Indonesia yang diidentifikasi bertanggung jawab atas kebakaran. Di sisi lain, Indonesia menyebut telah menyebarkan 2,4 ton es kering melalui pesawat untuk modifikasi cuaca.
Filipina, selaku Ketua ASEAN, menyatakan persoalan kabut asap akan dibahas dalam rangkaian pertemuan menjelang KTT ASEAN di Manila pada November mendatang.
Di dalam negeri, pemerintah Indonesia sebelumnya membantah menolak tawaran bantuan Malaysia untuk memadamkan karhutla dan menyatakan tawaran tersebut masih dibahas melalui Kementerian Luar Negeri.