Korea Utara Uji Tembak Rudal Jelajah Strategis, Sehari Setelah Uji Hulu Ledak Bom Tandan

Ilustrasi Presiden Korea Memantau Uji Tembak Rudal Jelajah Ilustrasi Presiden Korea Memantau Uji Tembak Rudal Jelajah (reuters)

PYONGYANG – Korea Utara kembali melakukan uji tembak rudal jelajah strategis jarak jauh pada Senin (2/11/2026) waktu setempat, sehari setelah menguji hulu ledak bom tandan (cluster bomb). Uji coba ini menambah ketegangan di Semenanjung Korea.

Menurut kantor berita resmi Korut, KCNA, rudal tersebut membawa hulu ledak sebar berukuran sedang yang diklaim mampu menghanguskan area seluas 5–6 hektare. Uji coba dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan serangan vertikal rudal dengan menyempurnakan manuver pada fase akhir, dengan memperhitungkan kondisi medan dan geografi wilayah sasaran.

Baca juga: Marinir AS Didakwa Bunuh dan Rampok Wanita Jepang di Okinawa, PM Takaichi: Kejahatan Keji

Alasan Korut

KCNA mengutip seorang pejabat yang menyebut uji coba ini diperlukan untuk mempertahankan keamanan negara dan menangkal ancaman. Seorang direktur jenderal Administrasi Rudal Korut menyatakan senjata tersebut akan melindungi negaranya dari ancaman luar.

Respons Korea Selatan

Militer Korea Selatan tidak mengumumkan peluncuran tersebut, sama seperti uji coba sehari sebelumnya. Juru bicara Kepala Staf Gabungan Korsel Jang Do Young mengatakan Seoul dan sekutunya, Amerika Serikat, “berkoordinasi secara erat” serta tengah menganalisis karakteristik rudal secara mendetail.

Ketegangan di kawasan juga meningkat setelah ledakan ranjau di sepanjang perbatasan yang melukai sedikitnya tiga tentara Korsel. Berbeda dengan rudal balistik, uji coba rudal jelajah tidak dilarang dalam sanksi Dewan Keamanan PBB.

(RAN/BUD)

Leave a Comment