JAKARTA – Target Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjaring 50 perusahaan tercatat baru sepanjang 2026 tampaknya sulit tercapai. Hingga 23 Oktober 2026, baru tujuh perusahaan yang melantai di bursa dengan total dana yang dihimpun Rp2,16 triliun.
Saat ini, hanya tersisa sembilan perusahaan dalam daftar antrean (pipeline) pencatatan saham BEI.
Baca juga: Respons Pernyataan Prabowo soal MSCI, Ketua Komisi XI: Ekonomi RI Dibangun dari Kekuatan Rakyat
Didominasi sektor kesehatan
Berdasarkan ukuran aset sesuai POJK Nomor 53/POJK.04/2017, sembilan calon emiten tersebut terdiri atas satu perusahaan aset skala kecil (di bawah Rp50 miliar), lima perusahaan skala menengah (Rp50 miliar–Rp250 miliar), dan tiga perusahaan skala besar (di atas Rp250 miliar).
Dari sisi sektor, calon emiten didominasi sektor kesehatan sebanyak empat perusahaan. Sisanya terdiri atas dua perusahaan sektor bahan baku, dua perusahaan sektor energi, dan satu perusahaan sektor keuangan.
Target bisa direvisi
Target 50 pencatatan saham baru tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKAB) BEI tahun 2026. Namun, dengan capaian yang baru tujuh perusahaan dan sisa antrean sembilan perusahaan, BEI membuka kemungkinan untuk merevisi target tersebut.
Baca juga: Proyeksi IHSG Pekan Depan: Analis Prediksi Bertahan di Atas 5.400, MSCI dan The Fed Jadi Sorotan
Lesunya aktivitas IPO terjadi di tengah volatilitas pasar saham domestik. Pada pertengahan Oktober, IHSG sempat anjlok hingga memicu penghentian sementara perdagangan, sebelum kembali menguat 4,90 persen dalam sepekan terakhir.