BEI Bakal Keluarkan 80 Saham Berkonsentrasi Kepemilikan Tinggi dari Perhitungan IHSG

Ilustrasi saham dikeluarkan Ilustrasi saham dikeluarkan

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengeluarkan saham-saham yang masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat kredibilitas dan integritas indeks acuan pasar modal Indonesia.

Saham HSC adalah saham yang kepemilikannya terkonsentrasi pada sedikit pemegang saham, sehingga porsi saham yang beredar bebas di publik relatif kecil. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebut rencana ini sebagai inisiatif baru untuk memperkuat kredibilitas IHSG.

Baca juga: Rupiah Ikut Rebound, Kembali ke Bawah Rp18.000 per Dolar AS

Bobot sekitar 18 persen

Menurut data Kiwoom Sekuritas, terdapat 80 saham yang masuk daftar HSC per 13 Oktober 2026, dengan bobot sekitar 18 persen dalam perhitungan IHSG. Saham-saham dalam daftar tersebut antara lain BREN, DSSA, BYAN, MORA, dan MTEL.

Saham-saham tersebut tidak akan dihapus dari bursa (delisting) dan tetap dapat diperdagangkan seperti biasa. Hanya saja, pergerakan harganya nantinya tidak lagi memengaruhi naik-turunnya IHSG.

Hingga kini, BEI belum mengumumkan kapan kebijakan tersebut mulai berlaku. Selama aturan belum efektif, saham-saham HSC masih ikut diperhitungkan dalam IHSG.

Baca juga: IHSG Rebound Melonjak 4,16 Persen ke 5.204 di Sesi I, TLKM dan Saham Bank Besar Jadi Penopang

Konteks reformasi pasar

Rencana ini muncul di tengah tekanan besar terhadap pasar modal Indonesia. MSCI tengah membuka konsultasi untuk menurunkan status pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, dengan menyoroti persoalan transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi. OJK juga baru saja menjatuhkan denda Rp2,1 triliun terkait manipulasi saham DSSA serta penyesatan dalam IPO BREN dan CUAN.

Leave a Comment