Danau Toba Diselimuti Kabut Asap, Wisatawan Batal Datang dan Penyeberangan ke Samosir Terganggu

Ilustrasi danau berkabut Ilustrasi danau berkabut

SAMOSIR – Panorama Danau Toba yang menjadi andalan pariwisata Sumatera Utara kini tertutup kabut asap. Hingga Jumat (16/10/2026), asap tebal masih menyelimuti kawasan danau, membuat perbukitan di sekelilingnya nyaris tak terlihat.

Jarak pandang di sejumlah titik perairan Danau Toba dilaporkan turun hingga di bawah 1 kilometer. Wisatawan yang menyeberang dari Pelabuhan Ajibata menuju Pulau Samosir harus berlayar dengan jarak pandang terbatas.

Baca juga: WITF 2026 Digelar Hari Ini di JIExpo, Pertemukan Pelaku Wisata dengan Buyer Mancanegara

Kunjungan anjlok

Kondisi ini memukul pelaku wisata. Seorang pekerja wisata di kawasan tersebut mengungkapkan banyak wisatawan membatalkan rencana kunjungan, bahkan jumlah pembatalan lebih banyak dibanding pengunjung yang tetap datang. Penyewaan jet ski termasuk yang terdampak pembatalan.

Warga sekitar juga mulai mengeluhkan batuk dan gangguan pernapasan akibat menurunnya kualitas udara.

Asap kiriman dari selatan

BMKG Silangit menjelaskan, asap bukan berasal dari kebakaran di Samosir, melainkan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah selatan Sumatra yang terbawa angin dari arah timur hingga tenggara.

Baca juga: 100 Kata-kata Sunda Buhun dan Artinya yang Jarang Diketahui

Untuk menjaga keselamatan pelayaran, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Danau Toba menerbitkan surat edaran keselamatan navigasi. ASDP juga menyatakan jadwal keberangkatan kapal penyeberangan dapat disesuaikan atau ditunda sesuai kondisi di lapangan.

Wisatawan yang berencana ke Danau Toba disarankan memantau kondisi cuaca dan jadwal penyeberangan, serta membawa masker. Di tingkat provinsi, Gubernur Sumut Bobby Nasution telah memberlakukan pembelajaran jarak jauh bagi siswa SMA, SMK, dan SLB mulai 16 Oktober akibat kabut asap.

Leave a Comment