JAKARTA – BYD Motor Indonesia resmi memperluas lini premiumnya dengan meluncurkan dua model dari merek Denza, yakni Denza Z9 GT dan The New D9, di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Denza Z9 GT dibanderol Rp2,25 miliar, sementara The New D9 dijual Rp1,08 miliar (OTR Jakarta).
Merek premium BYD ini di pasar global dikenal sebagai Denza, namun di Indonesia dipasarkan dengan nama Denza karena persoalan merek dagang.
Baca juga: Daftar Harga Motor Sport Oktober 2026: Mulai Rp16 Jutaan hingga Rp1 Miliar Lebih
“Kami hadirkan di Indonesia dua model Denza, Z9 GT dan New D9,” ujar Head of Product PT BYD Motor Indonesia Bobby Bharata.
Z9 GT: tiga motor, 0–100 km/jam 2,7 detik
Denza Z9 GT merupakan grand tourer listrik dengan tiga motor listrik yang menghasilkan tenaga maksimum 850 kW atau sekitar 1.156 PS dan torsi 1.210 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim hanya 2,7 detik, dengan jarak tempuh hingga 701 km (NEDC).
Mobil ini menggunakan penggerak semua roda dan kemudi roda belakang, serta dilengkapi fitur Crab Walk yang memungkinkan mobil bergerak menyamping untuk memudahkan manuver di ruang sempit. Fitur lainnya mencakup suspensi udara DiSus-A, audio Devialet 20 speaker, layar penumpang depan 13,2 inci, hingga kulkas kabin dengan rentang suhu -6 hingga 50 derajat Celsius.
Baca juga: Impor Mobil Utuh Anjlok 47,8 Persen, BYD dan VinFast Beralih ke Produksi Lokal
New D9: MPV mewah 730 km
Sementara itu, The New D9 hadir sebagai MPV premium dengan tenaga 340 kW (462 PS) dan jarak tempuh 730 km (NEDC). Kabinnya dilengkapi audio Devialet 16 speaker, kursi pijat 10 titik, pendeteksi keberadaan anak di kabin, serta pengisian nirkabel untuk dua ponsel sekaligus.
Kedua model memakai Blade Battery generasi kedua dengan teknologi Flash Charging hingga 1.500 kW. Baterai diklaim terisi dari 10 ke 70 persen dalam sekitar 5 menit, dengan syarat didukung infrastruktur pengisian yang sesuai.
Lebih mahal dari China
Harga Z9 GT di Indonesia jauh lebih tinggi dibanding di China, yang dijual sekitar 269.800–369.800 yuan atau setara Rp727 juta–Rp996 juta. Presiden Direktur BYD Indonesia Eagle Zhao menyebut perbedaan kebijakan pajak antarnegara sebagai penyebabnya, selain faktor biaya impor dan perbedaan spesifikasi varian.