OKINAWA – Pangkalan Udara Kadena milik militer Amerika Serikat di Okinawa, Jepang, melarang seluruh kendaraan BYD memasuki area pangkalan. Larangan ini dilaporkan berlaku untuk semua jenis kendaraan pabrikan asal China tersebut, mulai dari mobil pribadi, taksi BYD, hingga kendaraan niaga.
Disebut risiko yang tak bisa diterima
Juru bicara Pangkalan Udara Kadena, Letnan Kolonel Alli Stormer, tidak menjelaskan secara rinci pemicu kebijakan tersebut. Namun, ia menegaskan kendaraan-kendaraan itu dinilai membahayakan.
Baca juga: Periklindo Minta Truk dan Bus Listrik Dapat Insentif PPN seperti Mobil Penumpang
“Kendaraan-kendaraan ini menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dihindari bagi personel dan misi kami,” kata Stormer.
Sejumlah laporan menyebut larangan ini dipicu kekhawatiran bahwa kamera dan sensor pada mobil, truk, dan SUV modern buatan BYD dapat merekam informasi militer yang sensitif di dalam pangkalan.
Masuk daftar Pentagon
BYD sebelumnya masuk daftar Pentagon sebagai salah satu perusahaan yang diduga mendukung militer China, bersama Nio dan Baidu. Di Amerika Serikat, sejumlah anggota parlemen juga tengah mendorong larangan permanen bagi mobil asal China di pasar domestik.
Baca juga: Omoda X Debut Global di China, Chery Isyaratkan SUV Crossover Ini Cocok untuk Indonesia
Kebijakan serupa pernah terjadi sebaliknya. Pada 2021, mobil Tesla sempat dilarang memasuki sejumlah lokasi pemerintahan di China sebelum pembatasan itu dicabut pada 2024. Hingga berita ini diturunkan, BYD belum memberikan tanggapan atas larangan di Kadena.