JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil keluar dari zona merah pada akhir perdagangan Rabu (21/10/2026). Setelah sempat melemah 0,84 persen di sesi I, IHSG ditutup menguat 49,47 poin atau 0,94 persen ke level 5.328,36.
IHSG dibuka di level 5.310,85 dan sempat merosot hingga titik terendah 5.185,36 sebelum berbalik naik pada sesi II, setelah Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur.
Baca juga: Rupiah Ditutup Melemah Tipis di Kisaran Rp18.000 per Dolar AS Usai BI Tahan Suku Bunga
Nilai transaksi tercatat sekitar Rp17,9 triliun dengan volume 35,06 miliar saham. Jumlah saham yang menguat lebih banyak dibanding yang melemah.
Sektor kesehatan memimpin
Sektor kesehatan menjadi pendorong utama dengan kenaikan 3,35 persen, sementara sektor teknologi justru melemah 1,12 persen. Di jajaran LQ45, saham AKRA, ICBP, dan BBTN masuk daftar top gainers.
Asing masih jual bersih
Meski indeks menguat, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih (net sell) sekitar Rp527,80 miliar di pasar reguler. Adapun saham yang paling banyak dibeli bersih asing antara lain BBCA dan CARE.
Baca juga: BI Pangkas Giro Wajib Minimum Bank Jadi 7 Persen Secara Bertahap Mulai November
Sebelumnya, BI memutuskan menahan BI-Rate di level 5,75 persen, namun menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 5 persen serta menurunkan giro wajib minimum (GWM) perbankan secara bertahap.