IHSG Ditutup Anjlok 3,64 Persen ke 4.996, Jebol di Bawah Level 5.000

Ilustrasi grafik saham turun tajam Ilustrasi grafik saham turun tajam

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks turun 188,49 poin atau 3,64 persen ke level 4.996,60, jebol di bawah level psikologis 5.000.

IHSG dibuka di level 4.961,88 dan bergerak di rentang 4.907,37 hingga 5.012,87 sepanjang hari. Penurunan sedikit menyempit dibanding sesi I, ketika indeks sempat anjlok 5,05 persen ke 4.923.

Baca juga: OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun Terkait Manipulasi Saham DSSA dan Penyesatan IPO BREN-CUAN

Sebanyak 691 saham melemah, 103 saham menguat, dan 169 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral kompak berada di zona merah, dengan saham MDKA, AMMN, dan MBMA menjadi penekan terdalam di jajaran LQ45.

Turun lebih dari 15 persen dalam dua hari

Dengan penutupan hari ini, IHSG telah merosot lebih dari 860 poin atau sekitar 15 persen hanya dalam dua hari perdagangan, dari level 5.863 pada Kamis (15/10) lalu.

Tekanan utama masih berasal dari rencana MSCI menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, yang dikhawatirkan memicu arus keluar dana asing. Sanksi OJK terhadap pihak-pihak terkait saham DSSA, BREN, dan CUAN serta rupiah yang bertahan di atas Rp18.000 per dolar AS turut membebani pasar.

Baca juga: IHSG Kembali Anjlok 5 Persen ke 4.923 di Sesi I, Hari Pertama Batas ARB 7 Persen Berlaku

Hari ini juga menjadi hari pertama berlakunya batas auto rejection bawah 7 persen yang ditetapkan BEI untuk meredam volatilitas. Pelaku pasar kini menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Rabu (21/10).

Leave a Comment