JAKARTA – Setelah tiga hari perdagangan dilanda aksi jual besar-besaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berbalik menguat tajam. Pada penutupan sesi I, Selasa (20/10/2026), IHSG melonjak 208,02 poin atau 4,16 persen ke level 5.204,63.
IHSG sempat dibuka melemah di level 4.980,16, yang sekaligus menjadi titik terendah sesi pertama. Namun, tekanan beli yang kuat mendorong indeks terus naik hingga menyentuh level tertinggi 5.210,80, kembali ke atas level psikologis 5.000.
Baca juga: BEI Bakal Keluarkan 80 Saham Berkonsentrasi Kepemilikan Tinggi dari Perhitungan IHSG
Sebanyak 633 saham menguat, 124 saham melemah, dan 41 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp17,2 triliun dengan volume 40,8 miliar saham.
Seluruh sektor menghijau
Semua indeks sektoral menguat dengan kenaikan 1,98–6,49 persen. Sektor transportasi memimpin dengan lonjakan 6,49 persen, disusul properti (4,62 persen) dan barang baku (4,52 persen).
Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor penguatan. TLKM melesat 13,56 persen ke Rp2.010, BMRI naik 8,93 persen ke Rp3.660, dan BBRI menguat 8,27 persen ke Rp2.750. Saham TPIA dan GOTO juga naik lebih dari 8 persen.
Baca juga: Rupiah Ikut Rebound, Kembali ke Bawah Rp18.000 per Dolar AS
BEI kembali sesuaikan aturan ARB
Penguatan ini terjadi seiring langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kembali menyesuaikan aturan batas auto rejection bawah (ARB) mulai hari ini. Setelah mengevaluasi penerapan ARB asimetris 7 persen pada Senin, BEI menetapkan saham berharga Rp11–Rp14 kini dibatasi turun maksimal Rp1 per hari. Saham berharga Rp15 ke atas tetap dibatasi 7 persen, sementara batas auto rejection atas tidak berubah. Ketentuan ini berlaku hingga 31 Desember 2026.
Sebelumnya, IHSG ambruk 11,57 persen pada Jumat (16/10) dan kembali turun 3,64 persen pada Senin (19/10) akibat kekhawatiran rencana MSCI menurunkan status pasar modal Indonesia.