JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli pada perdagangan Jumat (23/10/2026). Pada penutupan sesi I, IHSG menguat 1,09 persen ke level 5.446,74.
IHSG dibuka di level 5.397,34 dan sepanjang sesi bergerak di rentang 5.366,29 hingga 5.452,77. Sebanyak 512 saham menguat, 150 saham melemah, dan 129 saham stagnan, dengan nilai transaksi sekitar Rp8,06 triliun.
Baca juga: IHSG Naik Tiga Hari Beruntun, Rupiah Justru Melemah ke Rp18.060 per Dolar AS
Batu bara memimpin
Sektor energi menjadi pendorong utama dengan kenaikan 3,13 persen, disusul sektor industri (2,66 persen) dan barang konsumen siklikal (2,10 persen). Satu-satunya sektor yang melemah adalah kesehatan, turun 0,78 persen.
Saham-saham batu bara menjadi motor penguatan, di antaranya PTBA yang naik 5 persen, ADMR 4,3 persen, AADI 3,3 persen, dan ITMG 2,3 persen. Saham BYAN, AMMN, dan ASII juga turut menopang indeks.
Berlawanan dengan bursa regional
Penguatan IHSG terjadi saat mayoritas bursa regional tertekan menyusul pelemahan Wall Street akibat aksi jual saham teknologi dan kenaikan harga minyak.
Baca juga: IHSG Ditutup Menguat 1,12 Persen ke 5.387, Sektor Energi Memimpin
Meski demikian, investor asing masih mencatatkan jual bersih sekitar Rp744,43 miliar pada sesi I, terutama di saham-saham perbankan. Pelaku pasar juga masih mencermati rencana MSCI menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia.