Mulai Hari Ini, RI Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD demi Pasokan Listrik Batam

Ilustrasi negara singapura Ilustrasi negara singapura

JAKARTA – Pemerintah mulai mengurangi ekspor gas ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026). Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengumumkan, volume ekspor yang dipangkas mencapai 31 BBTUD (billion British thermal units per day).

Dari Natuna dan Sumatera

Pengurangan tersebut berasal dari dua sumber pasokan, yakni 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatera, tepatnya wilayah kerja Jambi Merang.

Baca juga: IHSG Menguat 4,9 Persen dalam Sepekan, Ditutup di 5.439 Meski Asing Masih Jual Bersih

Langkah ini diambil untuk menjaga keandalan pasokan gas dalam negeri, terutama untuk kebutuhan kelistrikan di Batam dan sekitarnya. Pemerintah merujuk pada Pasal 8 ayat (1) UU Migas yang memberikan prioritas pemanfaatan gas bumi untuk kepentingan dalam negeri.

Djoko menegaskan kebijakan ini hanya berdampak pada Singapura, karena jaringan pipa ekspor dari dua sumber tersebut memang hanya tersambung ke negara itu.

Porsi ekspor dihitung ulang

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut sekitar 30 persen produksi gas nasional diekspor, sementara 70 persen dimanfaatkan di dalam negeri. Pemerintah berencana menghitung ulang porsi tersebut, antara lain untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri hilirisasi petrokimia.

Leave a Comment