NEW YORK – Diplomat Kosta Rika Rebeca Grynspan masih memimpin perburuan kursi Sekretaris Jenderal PBB. Namun, jalannya menuju posisi tersebut belum mulus karena dua anggota tetap Dewan Keamanan menyatakan keberatan.
Hasil putaran keenam
Dalam jajak pendapat informal (straw poll) putaran keenam pada Jumat (16/10/2026), Grynspan meraih 9 suara dukungan, 5 penolakan, dan 1 abstain. Dua dari lima suara penolakan itu berasal dari anggota tetap DK PBB, meski identitas negaranya tidak diungkap.
Baca juga: IHSG Ditutup Menguat 1,12 Persen ke 5.387, Sektor Energi Memimpin
Dua kandidat lain, Carolyn Rodrigues-Birkett dari Guyana dan Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi dari Argentina, sama-sama meraih 8 dukungan. Keduanya juga mendapat dua penolakan dari anggota tetap.
Putaran kali ini untuk pertama kalinya tahun ini menggunakan kertas suara berwarna berbeda, sehingga terlihat apakah penolakan berasal dari anggota tetap atau tidak tetap.
Butuh sembilan suara tanpa veto
Untuk direkomendasikan ke Majelis Umum, seorang kandidat harus meraih minimal sembilan suara di Dewan Keamanan tanpa veto dari lima anggota tetap, yakni Amerika Serikat, China, Rusia, Prancis, dan Inggris. Penolakan dalam jajak pendapat informal belum tentu berujung veto resmi, dan sikap negara masih bisa berubah.
Baca juga: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026 Meski Harga Minyak Melonjak
“Persaingan belum berakhir. Kami harus terus bekerja,” ujar Grynspan, seperti dikutip Reuters.
Putaran ketujuh dijadwalkan berlangsung akhir Oktober 2026. Masa jabatan kedua Antonio Guterres sebagai Sekjen PBB akan berakhir pada 31 Desember 2026.