ABUJA – Sedikitnya 62 orang tewas dan 52 lainnya luka-luka setelah sekelompok pria bersenjata menyerbu Desa Binnari di Negara Bagian Taraba, Nigeria timur. Serangan terjadi tak lama setelah salat Jumat, menurut laporan AFP.
Badan Penanggulangan Darurat Nasional Nigeria (NEMA) menyebut para pelaku diduga merupakan kelompok bandit yang datang dengan mengendarai sepeda motor. Selain membunuh warga, mereka juga menjarah toko-toko. Sejumlah korban dilaporkan ditemukan di semak-semak dan sungai, diduga tenggelam saat berusaha melarikan diri.
Baca juga: Rebeca Grynspan Masih Teratas dalam Pemilihan Sekjen PBB, tetapi Dua Anggota Tetap DK Menolak
“Serangan tersebut menelan 62 korban jiwa dan menyebabkan 52 orang terluka.”
Ribuan Warga Terdampak
NEMA mencatat serangan itu berdampak pada 7.123 orang, dengan 5.187 warga terpaksa mengungsi. Lembaga itu menyebut kondisi tersebut sebagai situasi kemanusiaan yang mendesak dan tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menyalurkan bantuan.
Taraba terletak di antara wilayah timur laut Nigeria yang lama dilanda pemberontakan kelompok jihadis dan wilayah tengah yang kerap bergolak. Kelompok bandit di kawasan itu umumnya beroperasi demi keuntungan finansial, bukan motif ideologi atau agama.
Baca juga: Pemegang Saham Setujui Demutualisasi Bursa Efek Indonesia, Tinggal Tunggu Restu OJK
Amnesty International, melalui unggahan di X, menyalahkan otoritas Nigeria karena membiarkan komunitas pedesaan rentan terhadap kelompok bersenjata yang berulang kali melakukan kekejaman tanpa dimintai pertanggungjawaban.
(RAN/DEF)