JAKARTA – Nilai tukar rupiah ikut menguat seiring rebound tajam pasar saham pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Rupiah dibuka di level Rp18.015 per dolar AS, menguat 31 poin dari penutupan Senin di Rp18.046.
Penguatan berlanjut hingga siang hari. Rupiah di pasar spot naik sekitar 0,27 persen ke Rp17.998 per dolar AS, kembali ke bawah level psikologis Rp18.000. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp17.987–Rp18.058.
Baca juga: BEI Bakal Keluarkan 80 Saham Berkonsentrasi Kepemilikan Tinggi dari Perhitungan IHSG
Sentimen domestik membaik
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai langkah-langkah pemerintah dan otoritas bursa, termasuk rencana Bursa Efek Indonesia mengeluarkan 80 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG, dapat menopang pasar saham domestik dan sentimen terhadap rupiah.
Penguatan rupiah juga sejalan dengan IHSG yang melonjak 4,16 persen ke level 5.204 pada sesi I, setelah tiga hari berturut-turut tertekan.
Risiko masih membayangi
Meski demikian, Lukman mengingatkan rupiah masih menghadapi ketidakpastian yang cukup besar. Eskalasi konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina membuat harga minyak tetap tinggi. Minyak mentah WTI tercatat naik 2,22 persen ke 103,66 dolar AS per barel, sementara Brent berada di kisaran 109,55 dolar AS per barel.
Baca juga: IHSG Rebound Melonjak 4,16 Persen ke 5.204 di Sesi I, TLKM dan Saham Bank Besar Jadi Penopang
Lukman memperkirakan rupiah hari ini bergerak di rentang Rp17.950–Rp18.100 per dolar AS. Pelaku pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Rabu (21/10).