Kasus ISPA Akibat Karhutla Tembus 314 Ribu, Kemenkes Imbau Warga Sekolah dan Kerja dari Rumah

Ilustrasi dampak asap karhutla Ilustrasi dampak asap karhutla

JAKARTA – Jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus bertambah. Kementerian Kesehatan mencatat 314.124 kasus ISPA secara kumulatif sejak 20 Agustus hingga 20 Oktober 2026, tersebar di 7 provinsi dan 65 kabupaten/kota.

Dari jumlah tersebut, 70.890 kasus atau sekitar 22,6 persen diderita anak usia 0–5 tahun. Kasus terbanyak tercatat di Sumatera Selatan (82.177 kasus) dan Kalimantan Selatan (78.894 kasus).

Baca juga: Kabut Asap Belum Reda, Ini Cara Lindungi Paru-paru dan Mata dari Dampak Karhutla

Angka ini melonjak dibanding data pekan lalu yang mencatat sekitar 283 ribu kasus.

Rumah oksigen dan ribuan nakes

Untuk menangani dampak kesehatan, pemerintah menyiapkan rumah oksigen di sejumlah daerah. Kalimantan Tengah memiliki rumah oksigen terbanyak dengan 295 unit, disusul Kalimantan Selatan (127 unit) dan Kalimantan Barat (35 unit). Mobilisasi tenaga kesehatan terbesar tercatat di Kalimantan Timur sebanyak 3.938 orang, diikuti Jambi (1.411 orang) dan Kalimantan Tengah (487 orang).

Imbauan Kemenkes

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman meminta masyarakat di daerah terdampak membatasi aktivitas di luar ruangan.

Baca juga: IDAI Ingatkan: Bayi di Bawah 6 Bulan Hanya Boleh ASI atau Susu Formula, Jangan Telur Mentah

“Tetap di rumah, bekerja atau bersekolah secara online bila memungkinkan,” ujar Aji, dengan pengecualian bagi pekerja lapangan dan layanan publik.

Kemenkes juga mengimbau warga:

  • menggunakan masker N95 atau KN95 saat keluar rumah; jika tidak tersedia, gunakan masker medis atau masker kain berlapis;
  • menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi, cukup minum, dan istirahat yang memadai.

Leave a Comment