TOLEDO – Dua kereta cepat bertabrakan di dekat Urda, Provinsi Toledo, Spanyol, Rabu (28/10/2026) pagi waktu setempat. Pemerintah regional Castilla-La Mancha melaporkan 68 orang tewas dan 68 lainnya luka-luka dalam kecelakaan tersebut.
Tabrakan melibatkan kereta cepat milik operator negara Renfe dan kereta swasta Iryo di jalur Madrid–Sevilla. Kedua kereta mengangkut lebih dari 500 penumpang. Sejumlah gerbong anjlok dan terguling, sementara sebagian besar korban luka dilarikan ke rumah sakit di kota Toledo.
Sinyal Merah dan Keputusan Keliru
Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.53 waktu setempat akibat kombinasi kesalahan teknis dan manusia. Sekitar pukul 08.30, gangguan komputer pada sistem kendali di dekat Urda memicu sinyal merah sehingga sejumlah kereta berhenti. Kendali lalu dialihkan ke pusat pengendali.
Menurut Puente, sekitar pukul 08.36 pusat kendali justru memberi izin kepada kereta Renfe untuk melaju, padahal kereta Iryo masih berhenti di depannya. Ia menyebut keputusan itu keliru dan melanggar protokol. Pemerintah kini tengah menyelidiki insiden tersebut.
Kecelakaan Kedua dalam Setahun
Perdana Menteri Pedro Sanchez berjanji pemerintah akan bertindak jika ditemukan kelalaian. Ia menyoroti bahwa ini merupakan kecelakaan kereta cepat kedua di Spanyol dalam kurun kurang dari setahun, setelah tabrakan di dekat Adamuz, Cordoba, pada Januari lalu.
“Tidak dapat diterima bagi negara seperti Spanyol mengalami dua kecelakaan kereta cepat dalam waktu kurang dari setahun.”
Seorang penumpang bernama Miguel menuturkan kepada radio COPE bahwa ia mendengar dentuman sangat keras yang berlangsung sekitar 10 detik. Departemen Luar Negeri AS menyebut sejumlah warga negara Amerika Serikat turut terluka.
Dampak Luas
Masa berkabung tiga hari diumumkan menyusul tragedi ini. Partai-partai politik Spanyol sempat menghentikan kampanye jelang pemilu bulan depan, dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menunda 24 pertandingan babak pertama Copa del Rey. Serikat masinis Spanyol juga merencanakan aksi mogok pada Kamis (29/10) untuk menuntut keselamatan perkeretaapian.
(RDY/DEF)