Prabowo Gelar Ratas Karhutla, BMKG: Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, OMC Dikerahkan Besar-besaran

Ilustrasi Presideb Prabowo Rapat Ilustrasi Presideb Prabowo Rapat

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan kepala lembaga ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/10/2026) sore, untuk rapat terbatas membahas perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Di antara yang hadir ialah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani.

Baca juga: Anggota BPK Fathan Subchi Meninggal Dunia Saat Bertugas di Moskow, Akan Dimakamkan di Demak

Musim Hujan Mundur

Faisal mengatakan pihaknya telah menyiapkan bahan paparan, mulai dari perkembangan karhutla, langkah penanganan ke depan, hingga antisipasi bencana hidrometeorologi. BMKG memprakirakan awal musim hujan tahun ini mundur sekitar 20 hingga 30 hari dari biasanya akibat pengaruh El Nino.

“Musim hujan rata-rata di seluruh Indonesia diperkirakan mundur sekitar dua hingga tiga dasarian.”

Menurut Faisal, musim hujan nanti akan lebih pendek namun dengan intensitas lebih tinggi, sehingga risiko bencana perlu dimitigasi sejak dini. “Jadi, kita harus bersiap mulai sekarang,” ujarnya.

Baca juga: BNPB Catat 19.708 Hotspot Karhutla, Kalteng Terbanyak dan 26 Ribu Hektare Belum Padam

Sumsel dan Kalteng Jadi Sorotan

Faisal menyebut Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah sebagai dua provinsi dengan tingkat kebakaran tertinggi saat ini. Untuk itu, pemerintah menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) secara masif.

Sebanyak sembilan pesawat dikerahkan untuk OMC di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, sementara enam pesawat lainnya beroperasi di Sumatera Selatan. Upaya ini ditujukan untuk memaksimalkan pertumbuhan awan hujan.

“Kami akan bekerja keras untuk memadamkan semaksimal mungkin kebakaran yang terjadi. Harapannya, minggu ini menjadi periode basah sehingga ada potensi hujan.”

Leave a Comment