Demokrat Menang Telak di Pemilu Sela AS, Kuasai DPR dan Senat Sekaligus

Ilustrasi Keterangan Demokrat Ambil Alih Senat DPR Ilustrasi Keterangan Demokrat Ambil Alih Senat DPR (beritamenit.com/AI)

WASHINGTON – Partai Demokrat meraih kemenangan telak dalam pemilu sela Amerika Serikat yang digelar Selasa (3/11/2026) waktu setempat. Demokrat berhasil merebut kendali DPR dan Senat sekaligus dari Partai Republik, seperti dilansir AFP.

Berdasarkan proyeksi CNN, Demokrat meraih 224 kursi DPR berbanding 127 kursi milik Republik, dari total 435 kursi dengan ambang mayoritas 218 kursi. Proyeksi CNBC mencatat 220 kursi untuk Demokrat dan 126 untuk Republik. Di Senat, kedua media memproyeksikan Demokrat meraih 53 kursi berbanding 41 kursi Republik.

Baca juga: TPS Pemilu Sela AS Ditutup, Demokrat Optimistis Rebut DPR dari Republik

Tujuh Kursi Senat Berpindah Tangan

Demokrat merebut tujuh kursi Senat dari Republik, yakni di North Carolina, South Carolina, Texas, Ohio, Iowa, Kansas, dan Maine. Sejumlah kemenangan bersejarah tercatat, di antaranya:

  • Kansas: Pendeta Methodist Adam Hamilton mengalahkan senator petahana Roger Marshall, menjadi Demokrat pertama yang terpilih sebagai senator Kansas sejak 1932.
  • South Carolina: Dokter anak Annie Andrews menang atas kandidat dukungan Trump, Darline Graham. Demokrat terakhir kali memenangi kursi Senat di negara bagian ini pada 1998.
  • North Carolina: Mantan gubernur Roy Cooper mengalahkan Michael Whatley, mantan Ketua RNC yang dipilih langsung oleh Trump.
  • Texas: James Talarico mengalahkan Jaksa Agung Texas Ken Paxton, sekutu dekat Trump. Dalam pemilihan gubernur, Gina Hinojosa menumbangkan petahana Greg Abbott.

Trump Ucapkan Selamat

Presiden Donald Trump, dalam wawancara telepon dengan Fox News, mengucapkan selamat kepada Demokrat.

“Mereka telah melakukan pekerjaan yang baik,” kata Trump.

Baca juga: Jet Pribadi Jatuh Menukik di Florida Dekat Mar-a-Lago, 9 Orang Tewas

Trump mengakui perang Iran menjadi salah satu faktor kekalahan Republik. Ia menyatakan bisa bekerja sama dengan Demokrat dalam banyak hal, namun siap memveto rancangan undang-undang mereka. Lewat Truth Social, Trump juga mengklaim Republik kalah karena namanya tidak ada di surat suara.

Hasil ini dinilai mencerminkan kemarahan publik atas naiknya biaya hidup, tarif, dan kebijakan Iran yang mendongkrak harga bahan bakar. Dengan menguasai Kongres, Demokrat kini dapat mengganjal agenda legislatif Trump, menyelidiki dugaan korupsi, serta memblokir nominasi hakim dan pejabat tinggi.

(RDY/BUD)

Leave a Comment