WASHINGTON – Tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilu sela Amerika Serikat mulai ditutup pada Selasa (3/11/2026) waktu setempat, diawali dari negara bagian Kentucky dan Indiana. Partai Demokrat diprediksi berpeluang besar merebut kendali Kongres dari Partai Republik.
Sebanyak 435 kursi DPR dan 35 dari 100 kursi Senat diperebutkan, ditambah jabatan gubernur di 36 negara bagian. Demokrat membutuhkan tambahan tiga kursi DPR dan empat kursi Senat untuk menjadi mayoritas.
Baca juga: Jet Pribadi Jatuh Menukik di Florida Dekat Mar-a-Lago, 9 Orang Tewas
Referendum untuk Trump
Pemilu ini dipandang sebagai referendum nasional atas kepemimpinan Presiden Donald Trump, di tengah naiknya biaya hidup dan perang melawan Iran. Jika kehilangan DPR, agenda legislatif Trump bisa diganjal dan pemerintahannya berpotensi menghadapi penyelidikan luas. Kekalahan di Senat juga bisa mengancam kewenangannya menunjuk hakim agung dan pejabat tinggi.
“Kita berada di ambang momen di mana Partai Demokrat akan kembali menguasai DPR,” kata pemimpin minoritas DPR dari Demokrat, Hakeem Jeffries.
Trump, dalam wawancara telepon dengan Fox & Friends, membela kinerjanya.
Baca juga: Trump Setujui Penjualan 500 Rudal Patriot ke Ukraina, Dibayar Sekutu
“Kita harus menjaga Amerika tetap hebat. Saat ini kita hebat. Dua tahun lalu kondisi kita sangat buruk,” ujar Trump.
Tingkat kepuasan publik terhadap Trump berada di kisaran 30 persen. Inflasi, tarif, dan harga bahan bakar yang diperparah konflik Timur Tengah menjadi beban bagi warga AS.
(RAN/BUD)