ASUNCION – Presiden Paraguay Santiago Pena mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (5/11/2026) waktu setempat, menyusul krisis perbankan yang memicu gelombang protes di seluruh negeri. Pengumuman disampaikan lewat video di media sosial X, seperti dilansir AFP.
Krisis bermula saat Bank Sentral Paraguay mengambil alih Ueno Bank pada Selasa (3/11) karena kekurangan modal yang parah. Langkah itu membekukan simpanan sekitar tiga juta nasabah, termasuk para pensiunan.
Baca juga: Demokrat Menang Telak di Pemilu Sela AS, Kuasai DPR dan Senat Sekaligus
Dituding Konflik Kepentingan
Bank tersebut disebut memiliki kedekatan dengan Pena. Pada Rabu (4/11), anggota parlemen oposisi mengajukan mosi pemakzulan dengan tuduhan Pena memberi perlakuan istimewa kepada bank itu dalam keputusan regulasi dan pengelolaan dana pensiun.
Dalam videonya, Pena meminta maaf kepada rakyat Paraguay.
“Saya ingin meminta maaf kepada rakyat jika ada saat di mana saya gagal. Tidak pernah ada niat dari saya untuk mengkhianati kepercayaan yang Anda berikan kepada saya,” kata Pena.
Ia menyebut prioritasnya kini adalah memberi ketenangan bagi rakyat Paraguay yang telah memercayakan tabungan mereka ke sistem keuangan negara.
Baca juga: TPS Pemilu Sela AS Ditutup, Demokrat Optimistis Rebut DPR dari Republik
Parlemen Tetap Mulai Proses Pemakzulan
Hanya beberapa menit setelah pengumuman itu, anggota parlemen, termasuk dari partai Pena sendiri, secara bulat menyetujui dimulainya proses pemakzulan terhadapnya. Langkah serupa terhadap Wakil Presiden Pedro Alliana ditolak.
Protes meluas di berbagai wilayah Paraguay. Di ibu kota Asuncion, ratusan orang turun ke jalan menuntut Pena dimakzulkan, dan polisi menggunakan gas air mata serta meriam air untuk membubarkan massa.
“Saya bahkan tidak ingin bicara lagi, percuma saja, karena uang saya sudah habis,” kata Reinaldo Gomez, seorang pedagang kaki lima, kepada AFP.
(RDY/BUD)